MEDAN - Makin intesif upaya pengamanan Polresta Medan
dan Polda Sumatera Utara dalam memberantas aksi geng motor dan tindak
kriminal dengan kekerasan maupun pemberatan, tak ayal membuat nyali genk
kuda besi ini melemah.
Minggu (5/8/2012) sekitar pukul 12:30 WIB dinihari, 40 puluhan
gerombolan motor merampas paksa satu unit skutik yang dikendarai
sepasang remaja Fahmi dan Stephani, di bilangan Sudirman Medan, tepat di
depan Taman Ahmad Yani Perempatan Bandara Polonia Medan.
Stephani mengaku ia bersama Fahmi dan dua teman lainnya hendak mengisi
bahan bakar di SPBU yang tak jauh dari lokasi kejadian. Tiba-tiba
puluhan motor itu menyergap dan mengeluarkan senjata tajam sembari
memukuli dan merampas motornya.
"Kami tadi enggak mau kesini sebenarnya bang. Uda mau pulang. Tapi
karena habis bensin, mau ngisi dulu. Tiba-tiba kami di sergap. Ada dua
yang turun, satu pakai pisau kayak rencong dan satu lagi pakai cakram
gear motor. Langsung main pukul dia dan langsung di rampas," ucapnya
Pantauan okezone di lokasi, aksi brutal geng motor ini
sempat mendapat hadangan polisi yang memang tengah melakukan operasi
pengamanan. Bahkan, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim)
Polresta Medan AKP Hendra Eko Triyuliamnto sempat melepaskan tembakan ke
udara saat melihat aksi tersebut. Ia pun sempat menarik kerah baju
salah satu anggota geng motor namun gagal dan anggota geng motor
tersebut berhasil kabur.
Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki yang juga langsung
turun ke lokasi pun segera melakukan pengejaran. Karena kenderaan yang
dirampas diduga minim bahan bakar minyak (BBM). "Nanti dulu ya bos, kita
kejar dulu mumpung bensinnya sekarat mudah-mudah berhenti ditengah
jalan," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar