BONE – Puluhan anggota geng motor diamankan petugas
Polres Bone yang bekerjasama dengan Satpol PP dibantu personel Polisi
Militer, saat akan tawuran antarkelompok. Seorang diantaranya membawa
senjata tajam.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua
tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan
Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran
dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Selasa, 02 Oktober 2012
Akan Tawuran, Puluhan Anggota Geng Motor Diamankan
BONE – Puluhan anggota geng motor diamankan petugas
Polres Bone yang bekerjasama dengan Satpol PP dibantu personel Polisi
Militer, saat akan tawuran antarkelompok. Seorang diantaranya membawa
senjata tajam.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Akan Tawuran, Puluhan Anggota Geng Motor Diamankan
BONE – Puluhan anggota geng motor diamankan petugas
Polres Bone yang bekerjasama dengan Satpol PP dibantu personel Polisi
Militer, saat akan tawuran antarkelompok. Seorang diantaranya membawa
senjata tajam.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Akan Tawuran, Puluhan Anggota Geng Motor Diamankan
BONE – Puluhan anggota geng motor diamankan petugas
Polres Bone yang bekerjasama dengan Satpol PP dibantu personel Polisi
Militer, saat akan tawuran antarkelompok. Seorang diantaranya membawa
senjata tajam.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Akan Tawuran, Puluhan Anggota Geng Motor Diamankan
BONE – Puluhan anggota geng motor diamankan petugas
Polres Bone yang bekerjasama dengan Satpol PP dibantu personel Polisi
Militer, saat akan tawuran antarkelompok. Seorang diantaranya membawa
senjata tajam.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Para anggota geng motor itu diamankan di dua tempat, yakni Jalan Makmur dan Jalan Andi Pangerang Watampone, Kecamatan Tenete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Diduga, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman saat balapan liar pada malam sebelumnya.
Geng Motor di Medan Makin "Barbar", 1 Motor Dirampas Gunakan Sajam
MEDAN - Makin intesif upaya pengamanan Polresta Medan
dan Polda Sumatera Utara dalam memberantas aksi geng motor dan tindak
kriminal dengan kekerasan maupun pemberatan, tak ayal membuat nyali genk
kuda besi ini melemah.
Minggu (5/8/2012) sekitar pukul 12:30 WIB dinihari, 40 puluhan gerombolan motor merampas paksa satu unit skutik yang dikendarai sepasang remaja Fahmi dan Stephani, di bilangan Sudirman Medan, tepat di depan Taman Ahmad Yani Perempatan Bandara Polonia Medan.
Minggu (5/8/2012) sekitar pukul 12:30 WIB dinihari, 40 puluhan gerombolan motor merampas paksa satu unit skutik yang dikendarai sepasang remaja Fahmi dan Stephani, di bilangan Sudirman Medan, tepat di depan Taman Ahmad Yani Perempatan Bandara Polonia Medan.
Polisi tembak ketua geng motor
Pekanbaru (ANTARA News) - Anggota Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Riau, menembak seorang ketua kelompok geng motor "GN" yang diduga terlibat penganiayaan terhadap sejumlah warga.
"Pria yang diindikasi sebagai ketua kelompok geng motor tersebut, yakni berinisial Wen (28), warga Pekanbaru," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar di Pekanbaru, Selasa.
Ia menjelaskan, Wen yang diduga sebagai otak pelaku atas keberingasan kawanan geng motor hingga menganiaya sejumlah warga itu ditangkap pada Senin (1/10) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Tawon, Pekanbaru.
Tersangka, kata Kapolresta, terpaksa ditembak setelah mencoba melawan petugas yang hendak menangkap lalu menggiringnya ke Markas Polresta Pekanbaru.
Bahkan, kata dia, saat disergap pelaku tengah membawa senjata tajam jenis pisau rambo sehingga cukup membahayakan bagi petugas.
Dari hasil penelusuran atas identitas pelaku Wen, demikian Adang, diindikasi pelaku ini juga merupakan seorang residivis atau pernah dihukum penjara setelah terbukti melakukan penjambretan.
Untuk kasus terbaru bersama anggota geng motor lainnya, kata Kapolresta, Wen diduga turut terlibat di sejumlah kasus atas tindak penganiayaan dan perusakan.
Geng motor butuh bimbingan bukan kekerasan
Palu (ANTARA News) - Sejumlah pengguna kendaraan di perempatan Jalan Gatot Subroto di Kota Palu mendadak bingung karena lampu pengatur lalu lintas mati.
Lampu lalu lintas berwarna gelap semua sehingga pengendara jalan bingung, mau berhenti atau terus melaju.
Kondisi itu tentu saja membahayakan bagi sesama pengguna kendaraan karena bisa terjadi kecelakaan akibat lampu pengatur lalu lintas (traffic light) yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Contoh tersebut hanya menggambarkan satu lokasi di Kota Palu, masih ada tiga perempatan lagi yang lampu pengatur lalu lintasnya mati karena dirusak oleh sekelompok orang.
Kerusakan itu berupa lampu pecah seperti bekas dilempar, dipukul benda keras serta, atau bekas congkelan.
Keadaan itu sudah terjadi selama beberapa pekan ini. Pemerintah setempat belum memiliki anggaran untuk memperbaiki atau membeli lampu pengatur lalu lintas yang baru.
Dalam pengusutan pihak kepolisian, pelaku perusakan lampu lalu lintas itu adalah sekelompok anak muda yang mengendarai sepeda motor atau yang biasa dikenal geng motor. Mereka melakukan aksinya selepas tengah malam saat jalanan sepi dan bebas pantauan pihak kepolisian.
Menurut Kepala Kepolisian Resor (Polres) Palu Ajun Komisaris Besar Polisi Achmad Ramadhan, tidak hanya lampu pengatur lalu lintas saja yang dirusak, pos polisi dan pot-pot bunga di tengah jalan juga dirusak.
Pengendara sepeda motor urakan itu juga menjatuhkan marka pembatas jalan.
"Bahkan ada juga yang nekad melempari rumah dinas saya pada tengah malam," katanya.
Dia menduga para pelaku itu nekad melakukan aksinya karena berada di bawah pengaruh minuman keras atau narkotika.
"Ini harus dihentikan karena pengrusakan rambu-rambu lalu lintas bisa merugikan dan membahayakan masyarakat," katanya.
Sebelumnya, pada pertengan April 2012, pernah dilaporkan juga sekelompok pengendara sepeda motor melempari tempat pencucian motor dan sebuah cafe Internet di Jalan Kartini Palu.
Bahkan, ada yang melempari tempat pencucian motor itu dengan bom molotov namun apinya bisa dipadamkan meski telah melukai seorang yang berada di dalamnya.
"Petugas harus bertindak dan menangkap pelaku," kata Iqbal warga Palu Selatan yang juga mengenal korban.
Menurutnya, adanya gerombolan pengendara sepeda motor yang bersikap ugal-ugalan itu tentu saja mengganggu masyarakat.
Dia merasa khawatir apabila nantinya terjadi aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat yang merasa kenyamanannya terusik.
Razia Malam
Untuk mengurangi merebaknya gerombolan pengendara sepeda motor, Kepolisian Resor Palu menggalakkan razia pada tengah malam.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Palu AKP Doni Prakoso mengatakan, razia yang dilakukan baru-baru ini berhasil mengamankan 27 sepeda motor di sejumlah lokasi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.
Dia mengatakan, sepeda motor yang diamankan itu tidak dilengkapi dengan dokumen sah, sudah mengalami bentuk dari aslinya, serta menggunakan knalpot bersuara bising.
Menurut dia, adanya gerombolan pesepada motor di tengah malam itu juga mengganggu ketenteraman masyarakat saat beristirahat.
Doni mengatakan, pemilik kendaraan roda dua itu bisa mengambil sepeda motornya jika mampu menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan bermotor serta surat izin mengemuli.
"Mereka juga harus berjanji tidak berbuat ugal-ugalan lagi di jalanan pada malam hari," katanya.
Dia mengatakan, sebagian besar pemilik sepeda motor itu adalah kaum remaja usia sekolah.
Lebih lanjut Doni mengatakan razia seperti itu akan terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Palu karena adanya laporan dari masyarakat tentang adanya kebut-kebutan di jalan pada malam hari yang meresahkan.
Operasi itu tidak hanya bertujuan mencegah munculnya geng motor, tetapi juga mengantisipasi peredaran minuman keras dan narkotika ilegal, premanisme, kepemilikan senjata tajam/senjata api ilegal, serta pencurian kendaraan bermotor.
Baru-baru ini Kepolisian Polres Palu juga mengamankan empat pemuda yang membawa senjata tajam dan busur panah saat mengendarai sepeda motor.
"Untuk apa membawa senjata tajam di tengah malam?," ujarnya mempertanyakan.
Doni berharap Kota Palu aman dari aksi negatif gerombolan pengendara sepeda motor, seperti yang terjadi di Jakarta, Makassar, atau kota-kota besar lainnya.
"Kondisi itu harus diantisipasi agar tidak terjadi di Kota Palu," katanya.
Dia juga berharap orangtua untuk lebih mengawasi anaknya terutama yang menggunakan sepeda motor. "Ini harus menjadi perhatian karena sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas yang tewas adalah remaja dan pelajar," kata Doni.
Geng Motor Pekanbaru Samurai ABG
ANBARU- Geng motor di Pekanbaru kembali membuat ulah.
Setelah sebelumnya nekat menyerang dan merusak markas Polresta
Pekanbaru, geng motor nekat membacok Aljian Zauhuri, seorang pelajar di
Pekanbaru.
Kini korban yang masih berusia 15 tahun dilarikan ke RSUD Pekanbaru untuk menjalani perawatan medis akibat luka bacok di tubuhnya.
Kini korban yang masih berusia 15 tahun dilarikan ke RSUD Pekanbaru untuk menjalani perawatan medis akibat luka bacok di tubuhnya.
Rivalitas OKP Tulari Geng Motor di Medan
MEDAN – Penangkapan yang dilakukan aparat Polsekta
Medan Sunggal terhadap 17 anggota geng motor Water Blue (WB)
mengungkapkan fakta baru atas eksistensi geng motor.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Rivalitas OKP Tulari Geng Motor di Medan
MEDAN – Penangkapan yang dilakukan aparat Polsekta
Medan Sunggal terhadap 17 anggota geng motor Water Blue (WB)
mengungkapkan fakta baru atas eksistensi geng motor.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
Rivalitas OKP Tulari Geng Motor di Medan
MEDAN – Penangkapan yang dilakukan aparat Polsekta
Medan Sunggal terhadap 17 anggota geng motor Water Blue (WB)
mengungkapkan fakta baru atas eksistensi geng motor.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
Rivalitas OKP Tulari Geng Motor di Medan
MEDAN – Penangkapan yang dilakukan aparat Polsekta
Medan Sunggal terhadap 17 anggota geng motor Water Blue (WB)
mengungkapkan fakta baru atas eksistensi geng motor.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
Stigma geng motor yang selama ini hanya menggambarkan arogansi kelompok usia remaja yang mencari identitas dengan menciptakan aksi-aksi arogan, kini mulai ditunggangi oleh kepentingan sejumlah pihak. Satu diantaranya organisasi kepemudaan (OKP)
Ancaman aksi arogansi geng motor pun terancam meluas karena OKP yang menaungi geng motor ini telah masuk hingga ke kader-kader perubahan di sejumlah universitas di Medan lewat satuan mahasiswa yang merupakan sayap organisasinya.
Setidaknya itu lah pengakuan M Ilham, salah seorang anggota geng motor WB yang diamankan Polsekta Medan Sunggal Sabtu 25 Agustus lalu. Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan di tempat umum merupakan tindakan untuk memancing rival kelompok mereka yang diketahui sebagai kelompok yang bernaung di salah satu OKP di Medan.
“Kami semua anggota geng motor WB yang juga anggota satma (satuan mahasiswa) OKP. Kami melakukan aksi geber untuk memancing rival kami dari kelompok Simple Life (SL) yang juga dibekingi oleh salah satu OKP di Medan. OKP kami dan OKP mereka yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Jalan Sekip Medan. Kami mau menghabisi mereka karena mereka terlalu arogan, terlalu menonjol, bahkan anggota kami pun diganggu," jelasnya, Minggu (26/8/2012).
Proses rekrutmen anggota geng motor ini pun terbilang cukup radikal. Ilham mengaku untuk masuk menjadi anggota geng motornya ada mekanisme selayaknya orientasi yang harus dilewati setiap anggota. Peran OKP pun diakui cukup sentral karena petinggi di geng motor pada umumnya merupakan anggota OKP.
“Sebelum jadi anggota kami kena ospek dulu bang. Disuruh dorong motor sampe lima kali keliling lapangan. Petinggi-petingginya orang-orang yang kami kenal anggota OKP juga, makanya kami juga diajak masuk OKP," kata dia.
Sebelum memulai aksinya untuk menghabisi rivalnya dari SL, Ilham mengaku telah meminum minuman keras jenis tuak. Untuk aksinya menghabisi rivalnya itu, Ketua kelompoknya A (30) yang kini tengah dikejar polisi pun memberikan uang. A sendiri belakangan diketahui sebagai anggota salah satu OKP.
“Kami dikasih minum tuak sama uang Rp3 juta. Yang jalan 17 orang. Tujuh yang beraksi, 10 lagi memantau. Kami diperintahkan untuk menghabisi SL. Perintah langsung dari ketua kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal AKP B Marpaung saat dikonfirmasi mengaku sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Namun ia belum mau mengkaitkan aksi genk motor ini dengan sejumlah OKP di Medan.
“Kita masih periksa seluruhnya. Ketuanya juga tengah kita kejar. Soal OKP nanti dulu ya kita belum mengarah kesana. Kita masih kerjakan soal kriminalnya dulu," ucap Marpaung.
Langganan:
Postingan (Atom)